MES Aceh Gelar Dua Seminar Bertema Syari’ah

foto: Acehportal

foto: Acehportal
foto: Acehportal

Banda Aceh, (Acehportal) - Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh, telah menggelar dua kegiatan bertema Syari’ah, yaitu Sekolah Pasar Modal Syariah dan Asuransi Syariah di Anjong Mon Mata pada tanggal 16 dan 19 April 2016.

Pengurus MES berharap, dua kegiatan ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat agar paham dan tahu tentang investasi pasar modal dan asuransi berbasis syariah. Sehingga minat masyarakat membangun usaha dan mengembangkan bisnis syariah semakin terpacu.

T Hanansyah SE Ak, selaku Ketua Panitia seminar ini menjelasakan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan karena Aceh menerapkan syariat Islam, sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sistem ekonomi syariah.

“Kita ingin mengedukasi dan mensinergikan antara Pemerintah Aceh dan MES dalam pengembangan perekonomian syariah di daerah berjuluk Serambi Mekah ini,” terang Hanansyah.

Dalam kesempatan tersebut, Aminullah Usman, SE Ak, MM, Ketua MES Aceh, mengatakan, penyelenggaraan kedua kegiatan ini di Aceh merupakan suatu kebanggaan. Mantan Direktur Bank Aceh itu meyakini, kegiatan ini akan membentuk sumber daya baru yang nantinya mampu menjalankan dan mengembangkan ekonomi berbasis Syari’ah.

“Adalah seuatu hal yang membanggakan karena Aceh ditunjuknya sebagai tuan rumah kegiatan ini. Oleh karena itu, kita tentu saja berharap kegiatan ini akan mampu membentuk sumber daya insan yang punya kemampuan untuk mengembangkan ekonomi syariah di daerah yang kita cintai ini,” harap Aminullah.

Gubernur: Sekolah Pasar Modal Memberi Pemahaman Berinvestasi

Sementara itu, Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Bustami, SE, M Si, berharap agar Seminar Sekolah Pasar Modal Syari’ah yang diselenggarakan oleh MES ini dapat memberi wawasan lebih dalam kepada masarakat Aceh agar tertarik dengan usaha pasar modal berbasis Syari’ah.

“Kita umat Islam sudah selayaknya memahami cara berinvestasi yang baik, agar investasi itu mampu memberi keuntungan kepada diri sendiri dan orang lain,” kata Bustami, saat membacakan sambutan Gubernur.

Dalam sambutannya, Gubernur Aceh juga berharap agar Seminar Sekolah Pasar Modal Syari’ah ini tidak semata memberi tambahan pengetahuan tetapi juga menjadi suatu daya tarik kepada masyarakat agar menggeluti usaha pasar modal, sehingga lebih mengenal variasi pasar modal di tanah air, khususnya yang berkaitan dengan pasar modal syariah.

“Dengan begitu, aktivitas pasar modal tersebut sejalan dengan spirit masyarakat Aceh yang menerapkan hukum syariat Islam sebagai pegangan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjut Gubernur.

Wagub: Sistem Ekonomi Syari’at Lebih Jelas

Dalam kesempatan berbeda, Wakil Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf menjelaskan, bahwa sistem ekonomi syariat memberikan prinsip-prinsip yang lebih jelas tentang keharaman riba, keharusan meninggalkan hal-hal yang bersifat gharar dalam bertransaksi, keharusan meninggalkan hal-hal yang spekulatif dan lain sebagainya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh pria yang akrab disapa Mualem itu, dalam sambutan singkatnya yang dibacakan oleh Dr Iskandar A Ghani, selaku Staff Ahli Bidang Pemerintahan.

“Islam juga menerangkan jenis-jenis transaksi yang boleh dan tidak boleh dilakukan, dan memberikan kaedah-kaedah dalam rangka memajukan dan memberdayakan ekonomi umat,” ujar Wagub.

Menurut Wagub, hal inilah yang melatarbelakangi keinginan Pemerintah Aceh agar lembaga-lembaga keuangan yang ada di Tanah Rencong ini dapat menerapkan prinsip-prinsip Syariah.

“Untuk itu kita bersyukur bahwa tahap proses konversi Bank Aceh menjadi Bank Aceh Syariah saat ini sedang terus berjalan dan diharapkan dapat selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama,” sambung Wagub.

Untuk diketahui bersama, Bank Aceh sebagai Bank Daerah yang sahamnya dimiliki bersama oleh Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Aceh, akan segera di konversi menjadi Bank Aceh Syari’ah pada bulan Agustus mendatang.

Konversi dari Bank Konvensional menjadi Bank Syari’ah ini merupakan yang pertama di Indonesia. Kebijakan konversi Bank Aceh ke Bank Aceh Syari’ah ini mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan, salah satunya adalah Harian Waspada yang telah memberikan penghargaan atau award kepada Doto Zaini selaku Kepala Pemerintahan Aceh atas kebijakan konversi Bank Aceh ini.

Tidak hanya Bank Aceh, pada bulan Agustus Bank BPR Mustaqim juga akan dikonversi menjadi Bank BPR Mustaqim Syari’ah. Kebiajakan ini dilakukan Pemerintah Aceh dalam rangka mewujudkan sistem Pemerintahan yang sesuai dengan Syari’ah Islam secara Kaffah atau menyeluruh.(Adi)

Komentar

Loading...