Irwandi: Jangan Ciptakan Pilkada Haram

irwandi yusuf@int

irwandi yusuf@int

Lhoksukon, (Acehportal) - Bakal calon (balon) Gubernur Aceh dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017, Irwandi Yusuf mengajak para bakal calon Gubernur Aceh untuk menjadikan Pilkada 2017 sebagai pilkada halal, yaitu tanpa intimidasi, dan tanpa kecurangan.

“Kami sudah sepakat dengan teman-teman yang akan maju pada Pilkada 2017 untuk menjadikan pilkada halal. Jika ada intimidasi dan kecurangan itu namanya pilkada haram,” ujarnya kepada wartawan usai bersilaturrahmi dengan masyarakat Kecamatan Samudera, Aceh Utara, baru-baru ini.

Mantan Gubernur Aceh periode 2007-2012 itu juga menjelaskan, Aceh akan maju jika ekonomi berkembang. Selama ini, ekonomi Aceh terpuruk karena investor takut masuk ke provinsi yang pernah dilanda konflik tersebut.

“Jika ingin Aceh maju, kita harus mengundang investor masuk, jangan menakut-nakuti. Karena dengan adanya mereka saya yakin Aceh akan maju. Tapi untuk membangun Aceh tidak mudah. Jangan hanya menunggu dari pemerintah tapi masyarakat Aceh juga harus bersungguh-sungguh,” katanya.

Dikatakan, masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan sewaktu dirinya menjadi Gubernur Aceh, salah satunya menyejahterakan masyarakat. Selama ini, banyak dana mengalir ke Aceh, namun Pemerintah Aceh sekarang tidak bisa menyelesaikan masalah kemiskinan.

“Kini masyarakat jangan sampai salah pilih. Pilih yang benar-benar mau memperjuangkan hak rakyat. Namun, saya di sini tidak mau berjanji, nanti masyarakat bisa lihat sendiri kerja saya,” ujar mantan juru propaganda Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tersebut.

Sementara, di hari yang sama, balon Gubernur Aceh, TM Nurlif, bertemu dengan masyarakat Desa Lubok Pusaka, Langkahan Aceh Utara. Dalam kesempatan itu, Nurlif mengingatkan kader partai Golkar di Aceh, yaitu memperjuangkan inspirasi rakyat.

Dia meminta kepada kader Golkar harus bisa menyelesaikan pembangunan transmigrasi lokal. “Saya mengajak Ketua Golkar Aceh untuk menemui menteri untuk membahas pembangunan di daerah pedalaman,” katanya.

Kemudian, sebesar 20 persen anggaran negara (APBN) dialokasikan untuk pendidikan. Seharusnya, mutu pendidikan di Lubok Pusaka lebih baik.

Dia mengimbau Keuchik (kepala desa) Lubok Pusaka bila ada permasalahan soal pendidikan, langsung menyurati DPD Partai Golkar. “Intinya, bila berbicara pendidikan harus sama-sama kita memperhatikannya,” ujarnya. (Analisa)

Komentar

Loading...