HUT Banda Aceh Momen Evaluasi Kinerja

foto: Acehportal

foto: Acehportal
foto: Acehportal

Banda Aceh, (Acehportal) - Peringatan hari ulang tahun (HUT) ke -811 Kota Banda Aceh yang dipusatkan di Balaikota setempat, Jumat (22/4), harus bisa menjadi momen evaluasi kinerja Pemko Banda Aceh sehingga ibukota Aceh itu bisa terus dibenahi dan menjadi lebih baik ke depan.

Kegiatan HUT berlangsung meriah karena dirangkaikan dengan berbagai kegiatan, seperti pameran foto dan lainnya. Bersamaan dengan peringatan HUT di Balaikota, Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh juga menggelar sidang paripurna istimewa HUT kota ini.

Kota yang menyatakan diri sebagai model kota madani itu harus bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakatnya. “Mewujudkan model kota madani adalah cita-cita yang mulia, tapi tidaklah mudah. Berbagai ujian datang silih berganti,” kata Ketua DPRK Banda Aceh, Arif Fadilah.

Dikatakannya, menuju kota madani, Pemko Banda Aceh telah melalui berbagai ujian, seperti adanya organisasi yang mengarah kepada aliran sesat, pendangkalan akidah, dan krisis moral. Mengantisipasi masalah tersebut, pemko sudah melakukan banyak hal.

“Jadi, mengantisipasi masalah tadi terus dilakukan dengan pembenahan. Kemudian juga dilakukan pembenahan di bidang pelayanan publik dan kesehatan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya,” ujarnya.

Arif mengatakan, masyarakat Banda Aceh kini cukup kritis dan peka terhadap kebijakan. Reaksi kritis dimaksud perlu diperhatikan, diterima dengan tangan terbuka, lalu diberikan solusi yang bijak. Sedangkan dari segi keyakinan dan ketekunan mutlak harus terus ditanam untuk meraih cita-cita.

“Kita mengajak semua orang berpartisipasi aktif dalam membangun kota Banda Aceh ini sehingga nantinya akan tumbuh rasa cinta dan memiliki. Melalui HUT ini, mari kita terus tingkatkan pengabdian dan kerukunan kita, antara masyarakat dan pemerintah,” ajaknya.

Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan, Banda Aceh kini telah menjelma menjadi kota strategis seperti kota-kota di dunia. Dia mengaku ingin memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, memperkuat ekonomi masyarakat, dan perlindungan anak.

Diakuinya, masih ada beberapa ganjalan dalam menegakkan syariat Islam di kota itu. Namun, pihaknya akan terus menjalankan syariat Islam.

“Di Banda Aceh telah berani kita tancapkan hukum Islam sebagai payung hukum bersama. Menjaga perdamaian, beradab, toleran, dan demokratis, taat azas dan hukum, itu prinsip kota madani,” katanya. (Analisa)

Komentar

Loading...