Selama Operasi Bersinar Rencong, Sudah 116 Tersangka Kasus Narkoba Ditangkap

Kapolda husein hamidi

Kapolda husein hamidiBanda Aceh, (Aceh Portal) - Sepanjang pelaksanaan Operasi Bersinar Rencong (OBR), yang dilaksanakan 21 Maret hingga 19 April 2016, jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Aceh berhasil me­ring­kus 116 tersangka kasus penyalahgunaan narkoba.

Kepala Kepolisian Daerah (Ka­pol­da) Aceh, Irjen Pol Husein Ha­midi meng­ung­kap­kan, selain me­ringkus para tersangka penyalah­gunaan narkoba, Polda Aceh dan jajaran juga berhasil menyita barang bukti sebanyak 9,1 kg ganja kering dan 3,4 kg sabu-sabu.

“Selama OBR yang dilaksa­na­kan selama hampir sebulan itu, kita juga berhasil menemukan ladang ganja seluas 186,5 hektare,” ujar Kapolda di Mapolda Aceh, Kamis (21/4).

Pengungkapan kasus narkoba selama OBR jauh lebih maksimal. Sebab, sebelum dilaksanakan, dari Januari hingga Maret, Polda Aceh juga berhasil menemukan ladang ganja seluas 332 haktare dan dua ter­sangka bersama ganja kering seberat 60 kg siap edar.

Kondisi ini menunjukkan penya­lahgunaan narkoba dari hari-kehari terus meningkat. Karenanya, Polda Aceh tidak akan berhenti meme­rangi penyalahgunaan narkoba yang su­dah sangat meresahkan dan me­ngancam generasi masa depan.

“Kita akan terus berantas penya­lah­gunaan narkoba walau OBR su­dah berakhir,” tegas Husein Hamidi didampingi Kabid Humas Kombes Pol Saladin.

Ditambahkan, penyalahgunaan narkoba di Aceh setiap tahun cende­rung mengalami peningkatan, de­ngan melibatkan tersangka menca­pai seribuan orang lebih yang berha­sil diciduk aparat kepolisian.

Tergolong Besar

Dalam dua tahun terakhir, lanjut Kapolda, pengungkapan kasus nar­koba tergolong besar. Pada 2014, po­lisi berhasil mengungkap dan me­nemukan 62 ton ganja kering, sa­bu-sabu 8,63 kg, ekstasi 49 butir dan psikotropika lainnya 20 butir de­ngan jumlah tersangka 1.305 orang.

Sedangkan tahun 2015, pengung­kapan kasus narkoba dengan barang bukti ganja kering mengalami pe­nurunan dari tahun sebelumnya, yakni 14,2 ton. Namun, sabu-sabu me­ngalami peningkatkan cukup sig­n­ifikan, yakni 52,5 kg diban­dingkan tahun sebelumnya hanya 8,63 kg.

“Begitu juga ekstasi, disita seba­nyak 171.639 butir dan tersang­ka yang berhasil di­ringkus 1.685 orang,” ujar Kapolda sembari menam­bahkan, dalam tahun ini ganja yang sudah disita sebanyak 772 kg, sabu-sabu 3,4 kg, dan ekstasi 17 butir dengan tersangka 665 orang.

Menyangkut pencegahan dan pem­berantasan yang dilakukan Pol­da Aceh dalam penyalahgunaan nar­koba, Kapoda menyatakan, sesuai dengan instruksi presiden, untuk melakukan perang terhadap bandar dan jaringan narkoba. Pegangan hu­kumnya jauh lebih keras dan tegas pada semua jaringan yang terlibat.

Dalam hal pencegahan, Polda Aceh akan terus memaksimalkan pe­nutupan celah penyelundupan narkoba melalui pelabuhan, bandara dan bahkan pelabuhan-pelabuhan kecil yang tersebar di sepanjang pesisir Aceh, baik pantai barat-selatan maupun lintas timur Aceh.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meminta semua kementerian/lembaga untuk ber­ge­rak bersama-sama, bersinergi dan menghilang­kan ego sektoral dalam mem­beran­tas narkoba.

“Intinya, kita keroyokan dalam pemberantasan narkoba,” tegas Kapolda.

Sumber: analisadaily.com

Komentar

Loading...