Pembangunan Bank Aceh Dihentikan LSM

@mes-uk.org

@mes-uk.org
@mes-uk.org

Takengon, (Aceh Portal) - Dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GeRAK Gayo dan GMNI Aceh Tengah menghentikan secara paksa pelaksanaan pembangunan Bank Aceh yang berada di atas tanah Yayasan Panti Asuhan Budi Luhur, Kampung Kemili, Bebesen, Selasa (19/4/2016).

“Kita menilai penjualan aset yayasan milik anak yatim/piatu ini masih menuai banyak masalah. Salah satunya proses jual beli antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah dan Bank Aceh. Kami tegaskan stop pembangunan Bank Aceh di atas lahan itu sampai persoalannya selesai,” kata Koordinator GeRAK, Aramico Aritonang.

Menurut Aramico, pihaknya melihat ada pelanggaran hukum dalam proses jual beli tanah tersebut. Mereka juga mengendus adanya kejanggalan lain dengan status lahan itu yang merupakan aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh yang dibeli dari dana Pemprov dan selanjutnya dijual oleh Pemkab setempat senilai Rp8 miliar.

Dikatakan, DPRK dinilai ikut bertanggung jawab karena membentuk Tim Pansus secara tergesa-gesa untuk lahan tersebut.

Jika dikaji lagi soal peraturan pendirian Yayasan Panti Asuhan secara aturan lahan untuk panti harus ada minimal 1 hektare, namun sekarang tinggal setengah hektare sehingga anak panti tidak memiliki lahan bermain.

GeRAK dan GMNI berharap kepada pemenang sekaligus pelaksana proyek pembangunan Bank Aceh agar mengurungkan niatnya melanjutkan proyek itu untuk menghindari selisih paham dengan masyarakat.

Awal pembentukan panti asuhan ini juga merupakan sumbangsih para suhada di daerah itu untuk mengayomi anak yatim piatu yang juga merupakan anak para pejuang kemerdekaan saat itu, sehingga ini memiliki histori yang mendalam di hati rakyat Gayo dan jadi sensitif dan bakal menuai masalah.

Sumber: analisadaily.com

Komentar

Loading...