Korban Tewas Gempa Ekuador Jadi 81 Orang

Foto: Gempa bumi di Ekuador ( Reuters/Patricio Ramos)

Foto: Gempa bumi di Ekuador ( Reuters/Patricio Ramos)
Foto: Gempa bumi di Ekuador ( Reuters/Patricio Ramos)

Quito, (Aceh Portal) - Korban jiwa akibat gempa bumi di Ekuador, Amerika Selatan, berkekuatan 7,8 skala richter (SR) terus bertambah. Informasi terkini melaporkan korban menjadi 81 orang.

Dilansir dari kantor berita AFP, Minggu (17/4/2016) gempa tersebut menghancurkan berbagai bangunan dan rumah tempat tinggal. Salah seorang saksi mata mengungkapkan getaran cukup kencang dirasakannya cukup lama.

"Oh Tuhan, itu merupakan gempa terbesar dan terkuat yang pernah saya rasakan. Berlangsung lama dan saya merasa pusing. Saya tidak bisa berjalan, ingin lari ke jalanan pun saya tidak bisa," ujar Maria Torres (60).

Wakil Presiden Equador Jorge Glas mengungkapkan duka cita yang mendalam. Glas juga memperkirakan jumlah korban akan terus meningkat.

"Informasi saat ini yang kami miliki ada 41 warga. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah selama beberapa jam mendatang. Ini merupakan gerakan seismik terburuk yang kita hadapi dalam beberapa dekade," terangnya.

Kondisi darurat diberlakukan di enam provinsi yang terkena dampak paling parah. Anggota kepolisian, militer dan layanan darurat setempat sudah diminta untuk ada dalam kondisi siaga maksimum.

Seorang fotografer AFP melaporkan, kondisi di daerah pelabuhan utama Guayaquil terkini hancur. Hal ini terlihat dari jembatan runtuh, mobil hancur dan rumah-rumah runtuh. Daerah tersebut dihuni oleh lebih dari dua juta orang, sebagian terlihat ada yang mencoba melalui reruntuhan puing-puing kayu dan rumah.

Sebelumnya United States Geological Survey (USGS) melaporkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan 7,4 SR. Namun belakangan diralat menjadi 7,8 SR.

Gempa bumi itu berpusat di lepas pantai Ekuador di kedalaman 10 kilometer (6 mil) dan 173 kilometer (107 mil) sebelah barat laut dari ibukota Quito. Pacific Tsunami Warning Center mengatakan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami hingga kawasan sepanjang pantai Kolombia.

Sumber: detik

Komentar

Loading...