Berkaca dari Gempa Ekuador, Indonesia Harus Waspada

Foto Ilustrasi Sidomi.com

Foto Ilustrasi Sidomi.com
Foto Ilustrasi Sidomi.com

Jakarta, (Aceh Portal) - Gempa bumi berkekuatan 7,8 skala richter (SR) di Ekuador yang menewaskan 77 orang terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng yaitu Lempeng Nazca menyusup ke bawah Lempeng Amerika Selatan. Indonesia yang juga memiliki banyak subduksi lempeng aktif harus waspada.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengingatkan Indonesia memiliki cukup banyak lempeng aktif sehingga potensi terjadinya gempa kuat akibat aktivitas subduksinya juga sangat besar.

"Kita harus selalu waspada dan menyadari bahwa zona subduksi kita juga sangat aktif sehingga potensi terjadinya gempa kuat akibat aktivitas subduksi ini sangat besar," ujar Daryono dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (17/4/2016).

Subduksi lempeng aktif tersebar di sejumlah titik wilayah Indonesia. Beberapa di antaranya terdeteksi di barat Sumatera, selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Selain itu di lengan utara Sulawesi juga ada subduksi lempeng, termasuk subduksi dobel di laut Maluku. Selain itu di utara Papua juga ada subduksi lempeng aktif. Kita harus selalu waspada," imbau Daryono.

Sumber: detik

Komentar

Loading...