Uang Negara Jangan Masuk ke Rekening Pribadi

ilustrasi-Uang Rupiah/BERITASATU.COM
ilustrasi-Uang Rupiah/BERITASATU.COM

Lhoksukon, (Aceh Portal) - Keuchik (kepala desa) diminta untuk tidak menimpan atau mema­sukkan uang negara, seperti dana desa, ke rekening pribadi kepala desa. Dana itu harus disimpan di rekening milik desa agar pengelolaannya transparan.

“Seribu rupiah saja dana desa dikorupsi bisa dipenjara karena itu uang negara,” kata Kepala Seksi Intel kejaksaan Negeri (Kejari) Lhoksukon, Aceh Utara, dalam acara sosilisasi dana desa di Gedung Panglateh, Lhoksukon, Kamis (14/4).

Selama dua hari, Rabu-Kamis (13-14/4), Pemkab Aceh Utara  telah mela­kukan sosialisasi penggunaan dana desa dan diikuti sedikitnya 852 keu­chik dari 27 kecamatan. Hari perta­ma, sosialisasi dilakukan di Aula Kan­tor Camat Tanah Jambo Aye, dan di hari di Gedung Panglateh, Lhok­sukon.

Erning Kosasih juga meminta keu­chik supaya transparan dalam menge­lola dana desa sesuai prosedur. Bagi aparat desa yang tidak mengerti, Tim Pengawal Pengamanan Peme­rintahan dan Pem­bang­unan Tingkat Daerah (TP4D) Kejari Lhoksukon siap mem­berikan penyuluhan pem­binaan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib mene­gaskan kepada para keuchik untuk fokus dalam penggunaan dana desa untuk kepentingan peningkatan eko­nomi masyarakat.

Selain untuk meningkatkan eko­nomi masyarakat, dana desa juga untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Bupati meminta keuchik jangam membangun jalan dan jembatan menggunakan uang desa.

“Saya minta dana desa diper­gunakan untuk pemberdayaan eko­nomi masyarakat seperti usaha mikro, dan untuk kepentingan keagamaan. Sebab, dengan alokasi dana desa ini dapat meningkatkan ekonomi masya­rakat terutama di pedesaan. Keuchik juga silakan melapor ke saya jika ada camat yang mengutip dana desa,” ujar bupati seraya membacakan nomor kontaknya untuk dicatat keuchik supaya mudah membuat pengaduan.

Bupati mengancam akan mencopot keuchik dari kabatannya jika terbukti melakukan penyelewengan dana desa.

Sudah terima

Sementara, sebanyak 241 gampong (desa) di Aceh Barat telah menerima dana desa tahap pertama, kamis (14/4) dengan total nilai Rp82 miliar lebih.

“Pada hari ini, pemkab Aceh Barat telah mentransfer Rp82,888 miliar dana desa untuk untuk 241 desa dan sudah masuk ke rekening desa. Sebelumnya kami juga sudah men­trasfer dana desa dari APBD kepada 241 desa,” kata Bupati Aceh Barat HT Alaidinsyah.

Bupati mengingatkan kepada desa yang belum menyiapkan ajuan agar segera melakukannya supaya dana desa dapat dicairkan sehingga dapat segera dimanfaatkan.

Bagi desa yang sudah menerima dananya, diharapkannya segera me­ngambil langkah strategis untuk mem­percepat serapan dan dana terse­but. Tahun ini, dana desa dicairkan dalam dua tahap, yakni pad April dan Agus­tus. Sementara, dana dari APBK mengikuti siklus anggaran daerah.

Lebih lanjuh dikatakannya, untuk pembangunan awal, desa diminta memanfaatkan dana tersebut untuk kebutuhan posyandu, pemberda­yaan ekonomi, kegiatan PKK dan kegiatan fisik lainnya.

Khusus untuk fisik, Bupati Alaidin­syah berharap agar dilakukan dengan sistem padat karya dan uangnya diusa­hakan agar beredar di desa. “Ja­ngan sampai diserap keluar lagi dalam upa­ya mendorong kegiatan ekonomi ma­syarakat,” katanya.

Sumber: Analisa

Komentar

Loading...