Langgar Hukum Jinayat, 21 Warga Aceh Besar Dicambuk

Foto: Aceh Portal

Foto: Aceh Portal
Foto: Aceh Portal

Banda Aceh, (Aceh Portal) - Sebanyak 21 warga Aceh Besar dicambuk karena terbukti me­langgar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat pasal tentang khalwat (mesum) dan maisir (perjudian).

Prosesi eksekusi uqubat cambuk itu ber­langsung usai salat Jumat di halaman Masjid Agung Al Munawarah Kota Jantho, Aceh Besar, Jumat (15/4) siang.

Adapun terpidana pelanggar khalwat tersebut masing-masing dua pasangan maha­siswa, yakni Agus dan pasangannya Fera. Masing-masing didera 11 kali cambukan. M Yusuf dan pasa­ngan­nya Nurhasanah 5 kali cambuk. Agus dan pasangan ditang­kap warga di Kompleks Perumahan Jati Indah, Kecamatan Kru­eng Barona Jaya. Sedangkan Yusuf dan pasangannya di kom­pleks peru­mahan BRR di Kecamatan Masjid Raya pada 13 Februari lalu.

Sementara itu, 17 terpidana maisir didera 7 kali cambuk sete­lah dipotong masa penahanan selama tiga bulan. Seluruh ter­pidana ditangkap di dua lokasi terpisah, yakni di kantin di ka­wasan Pelabuhan Krueng Raya dan warung kopi di kawasan In­drapuri, juga pada Februari lalu.

“Untuk terpidana yang didera 11 kali cambuk mereka dike­nakan Pasal 25 ayat 1 tentang ikhtilath di mana perbuatannya su­dah mengarah ke hubungan intim. Sedang satu pasangan lagi tidak,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Kasatpol PP dan WH) Aceh Besar, Rahma Daniati.

Ratusan warga yang turut menyaksikan prosesi hukuman cambuk terhadap ke-21 terpidana, menyoraki terpidana saat al­gojo melaksanakan eksekusi. Beberapa di antara­nya bahkan mengabadikan prosesi tersebut dengan kamera hand phone. Ramainya warga membuat petugas kepolisian dan Satpol PP/WH turut melakukan pengawalan.

“Ini merupakan eksekusi cambuk yang ke­tiga di 2016. Kami berkomitmen mene­gak­kan Qanun Syariat Islam Aceh dengan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan harapan kita ini menjadi efek jera,” kata­nya.

Sumber: Analisa

Komentar

Loading...