Jalan di Aceh Utara Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang

Ilustrasi tanam pisang dijalan @analisadaily.com

@analisadaily.com
@analisadaily.com

Lhokseumawe, (Aceh Portal) - Pohon pisang ditanam di ruas jalan elak Gampong (desa) Mane Tunong, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Kamis (14/4). Keberadaan pohon pisang itu diduga sebagai bentuk pelampiasan protes warga terhadap kondisi jalan tersebut yang rusak parah.

Pantauan Analisa, Kamis (14/4) kon­disi jalan tersebut sangat mempriha­tin­kan karena badan jalan sudah berupa lubang-lubang besar sehingga sangat sulit dilalui warga, terutama pengguna sepeda motor.

Kerusakan jalan tersebut terjadi didu­ga akibat truk pengangkut material beru­pa pasir, tanah, batu dan muatan berat lainnya yang melebihi daya dukung ja­lan yang rutin melintasi ruas jalan ini. Sementara, perawatan badan jalan tidak pernah dila­kukan sehingga kerusakan kian parah.

Dua batang pohon pisang dalam pot diletakkan di tengah jalan sehingga peng­guna jalan, baik sepeda motor mau­pun mobil terpaksa berhati-hati saat melintas, di samping memang harus menghindari lubang besar yang sudah membentuk di badan jalan itu.

Penduduk Gampong Mane Tunong, Yanis mengungkapkan, kerusakan jalan tersebut membuat masyarakat tidak nya­man karena bila tidak hati-hati saat me­lintas akan terjatuh dalam lubang.

Selain itu, para pedagang yang meng­gelar dagangan di sisi jalan tersebut ju­­ga terganggu karena setiap hari dan tidak sanggup menghirup debu yang beter­bangan saat truk melintas. Kendati badan jalan disiram air untuk menghi­langkan debu, tetapi tidak berdampak signifikan.

“Di tempat ini juga sering terjadi kecelakaan jatuhnya pengendara saat menghindari lubang , terutama warga dari daerah lain yang tidak mengetahui kondisi jalan,” katanya.

Keuchik (kepala desa) Gampong Ma­ne Tunong, Hanafiah menyatakan tidak mengetahui siapa yang menanam pohon pisang di badan jalan tersebut. Dia me­ngaku baru melihatnya pada pagi hari.

Menurutnya, jalan tersebut rusak se­jak lima bulan silam dan membuat masyarakat tidak nyaman. Pihaknya me­ng­harapkan pemerintah segera memper­baikinya demi kepentingan umum.

Menurut rencana, sepanjang 400 meter jalan tersebut sudah disurvei oleh konsultan dari Banda Aceh. Tapi, sam­pai sejauh ini jalan rusak yang menjadi jalur utama bagi truk bermuatan berat tersebut belum kunjung diperbaiki.

Sumber: analisadaily

Komentar

Loading...