Warga Kampung Bandung Jaya Persoalkan Penggunaan Dana Desa

ilustrasi dana desa @manado.tribunnews.com

ilustrasi dana desa @manado.tribunnews.com
ilustrasi dana desa @manado.tribunnews.com

Aceh Tamiang, (Aceh Portal) - Warga Kampung Bandung Jaya, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, mempersoalkan penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2015 sebesar Rp 497 juta terutama terkait penggunaan dana desa untuk pembangunan jalan (pengerasan) sebesar Rp 210 juta serta pengembangan BUMK dan simpan pinjam perempuan (SPP) sebesar Rp 35 juta.

Manager Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Bandung Jaya Saharuddin, Senin (11/4) kepada MedanBisnis mengatakan, hingga saat ini Datok Penghulu Bandung Jaya Kasmin belum juga menyalurkan dana SPP kepada warga.

"Alokasi dana SPP belum dapat dikelola BUMK karena datok belum juga menyerahkan uangnya," sebut Saharuddin yang didampingi seorang warga Ahmad Ruddin.

Kata Saharuddin, pihaknya sudah berkali-kali menanyakan uang tersebut kepada datok. Namun jawaban yang diterima tidak sesuai yang diharapkan.

"Seharusnya dana SPP sudah tersalurkan kepada warga penerima manfaat awal bulan Januari 2016," ujar Saharuddin, sembari mengatakan, dana SPP yang bersumber BKPG tahun lalu sebesar Rp 28 juta juga belum jelas penyalurannya kepada warga kampung.

Menurut Saharuddin, selaku Manager BUMK Kampung Bandung Jaya yang unit usahanya SPP, dirinya sama sekali tidak difungsikan oleh datok.

"Warga banyak datang dan menanyakan dana SPP, saya sampaikan uang tersebut dipegang oleh datok," ucap Saharuddin.

Hal senada dikatakan Ahmad Ruddin, selain dugaan penyalagunaan dana ADD, warga juga mempermasalahkan pelaksanaan pembangunan jalan (pengerasan) dengan anggaran sebesar Rp 210 juta. Terkait masalah tersebut warga pernah melakukan aksi demo ke kantor datok.

"Material timbunan jalan yang dihamparkan disinyalir tidak sesuai dengan kualitas tanah batu," ujar Ahmad, seraya disebutkan akibat demo pengawas pembangunan itu hingga sekarang belum menerima honor.

Ahmad juga mengatakan, dana kegiatan pelatihan pemberdayaan masyarakat sebesar Rp 28 juta meliputi pelatihan peningkatan kapasitas aparatur, MDSK, LJMK dan pelatihan olahraga untuk pemuda, juga belum dilaksanakan datok."Semua dana dikelola oleh datok penghulu tanpa melibatkan perangkat kampung," imbuh Ahmad.

Makanya Saharudin dan Ahmad meminta Bupati Aceh Tamiang H Hamdan Sati melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) dan Inspektorat Kabupaten Aceh Tamiang melakukan audit penggunaan dan pelaksanaan ADD anggaran tahun 2015.

Sementara itu Datok Kampung Bandung Jaya Kasmin membantah kalau pelaksanaan pembangunan pengerasan jalan tidak sesuai dengan kulaitas tanah batu. Bahkan dia juga menepis bahwa tenaga kerja harian belum dibayarkan upah kerjanya.

"Uang sebesar Rp 6 juta untuk biaya pembuatan RPJM dan RKPK, tidak boleh digunakan untuk yang lain. Itu menyalahi aturan," katanya.

Dalam pelaksanaan pengerasan jalan kampung, jelasnya, dilakukan mengacu pada belanja bahan, sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). "Pada saat pelaksanan plang kegiatan juga dipasang. Material tanah batu dilapis dua, diperoleh dari Kampung Lalang dan Kampung Suka Rakyat," terangnya.

Kasmin mengaku, dana SPP sebesar Rp 35 juta dipegangnya karena bendahara tidak berani memegang uang tersebut. Begitu juga belum disalurkanya uang tersebut kepada BUMK, karena BUMK yang ada belum berbadan hukum.

"Hasil sharing kepada camat, bahwa BUMK harus dinotariskan sehingga berbadan hukum, sehingga lebih bertanggungjawab dalam pelaksanaannya," jelasnya lagi. Namun begitu, kata Kasmin, dana SPP sebesar Rp 35 juta sudah disalurkan langsung kepada perwakilan atau kadus ke sejumlah kelompok di tujuh dusun.

Terkait penundaan penyaluran, Kasmin menjelaskan lagi, melalui rapat sudah sering disampaikan, bahwa dana SPP sumber ADD tahun 2015 sebesar Rp 35 juta direncanakan akan digabung dengan SPP bersumber BKPG sebesar Rp 28 juta untuk dikelola BUMK.

"Penyaluran baru saya lakukan karena Manager BUMK Jaya Abadi, Saharuddin, pada Maret berada di luar daerah," terangnya.

Sumber: Medan Bisnis

Komentar

Loading...