Pemerintah Diminta Kontrol Harga Sembako

Bawang Merah. Foto: Aceh Portal

Foto: Aceh Portal
Foto: Aceh Portal

Langsa, (Aceh Portal) - Terkait telah turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium beberapa waktu lalu. pemerintah melalui dinas terkait diminta mengawasi atau mengontrol harga barang kebutuhan pokok (sembako) yang justru di pasaran saat ini masih tinggi.

"Ini penting dilakukan oleh pemerintah, pasalnya sejak harga BBM turun beberapa waktu lalu, sampai saat ini harga jual sejumlah bahan pokok di pasar masih tinggi, masih sama ketika harga BBM naik," kata Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Aneuk Nanggroe Kota Langsa Danil Putra Arisandy, Senin (11/4).

Dijelaskannya, perjalanan harga pasar selama ini tidak sesuai konsep ekonomi yang mengacu pada harga BBM. Di mana saat harga BBM naik, pedagang langsung menaikan harga jual berbagai jenis kebutuhan sandang dan pangan di pasaran.

Sementara saat harga BBM turun, pedagang masih bertahan pada harga jual barang yang tinggi seperti ketika harga BBM tinggi pula. Akibatnya, masyarakat khususnya ibu rumah tangga mengeluh, bahkan beberapa di antaranya terpaksa mengurangi atau menghilangkan jatah belanja sejumlah jenis barang.

Selain itu, harga tarif angkutan umum baik Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sampai saat ini masih mengacu pada tarif angkutan ketika harga BBM masih belum turun.

"Kondisi ini tidak adil, karena di satu sisi pemerintah sudah berupaya semaksimal mungkin menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, malah ada oknum pedagang atau pengusaha angkutan umum yang tidak mengikuti perkambangan pasar, menyangkut harga dan tarif. Ini sangat ironi, makanya pemerintah harus segera bertindak dan mengontrol harga pasar demi kepentingan rakyat banyak," tegas Danil.

Begitu juga kepada penyedia jasa angkutan dan pedagang, diharapkan mengikuti perkembangan ekonomi secara fair. Supaya masyarakat selaku objek sasaran ekonomi tidak menjadi korban dari ketidakseimbangan harga dan tarif tersebut.

Sumber: Medan Bisnis

Komentar

Loading...