Gubernur Aceh Minta Maaf pada Arab Saudi

Gubernur Aceh @Acehportal.com
Gubernur Aceh @Acehportal.com

Banda Aceh, (Aceh Portal) - Gubernur Aceh, Zaini Abdullah ternyata telah melayangkan surat permintaan maaf secara resmi kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi terkait pengibaran bendera bintang bulan di Mekkah, Arab Saudi beberapa waktu yang lalu.

Pengibaran bendera GAM pada masa konflik dulu yang kini telah dijadikan bendera Aceh, namun belum disetujui oleh pemerintah pusat itu, dilakukan oleh Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pasee, Tgk Zulkarnaini bin Hamzah atau yang akrab disapa Tgk Nie saat yang bersangkutan menjalankan ibadah umrah.

Surat permintaan maaf yang dilayangkan Gubernur Zaini kepada Raja Saudi Salman bin Abdul Azis Al-Saud melalui Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia di Jakarta HE Mustafa Ibrahim Al Mubarak itu bernomor 300/5079 dan ditandatangani oleh Gubernur Aceh tanggal 1 April 2016 dengan tembusan kepada Wakil Presiden RI, Menteri Dalam Negeri RI dan Menteri Luar Negeri RI.

Pada poin surat tersebut, Gubernur Aceh juga menyampaikan bahwa pengibaran bendera itu merupakan tindakan personal dan tidak terkait atau bukan atas dasar perintah/anjuran dari Pemerintah Aceh.

“Surat permintaan maaf Pemerintah Aceh terhadap Pemerintah Arab Saudi terkait pengibaran bendera bulan bintang di Mekkah beberapa waktu yang lalu. Atas insiden tersebut, Pemerintah Aceh dan seluruh rakyat Aceh menyampaikan permohonan maaf pada pemerintah Kerajaan Arab Saudi,” demikian isi surat gubernur tersebut.

Pada surat yang dilayangkan itu, Gubernur Aceh juga meminta Pemerintah Arab Saudi agar bersedia menjalin kerja sama dengan Pemerintah Aceh untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Aceh.

Tegur Pemerintah Aceh

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi melalui Duta Besarnya (Dubes) untuk Indonesia sempat menegur Pemerintah Aceh terkait pengibaran bendera bintang bulan di Arab Saudi beberapa waktu yang lalu oleh Ketua KPA Wilayah Pasee.

“Dubes Arab Saudi sempat menegur kita terkait pengibaran bendera bintang bulan. Bahkan, Dubes Arab Saudi sempat menyindir apa akan ada penjajahan,” kata Abu Doto sapaan akrab Zaini Abdullah menjelaskan terkait dipanggil oleh Dubes Arab Saudi di Jakarta.

Namun, kata Zaini, permasalahan ini telah selesai dan tidak ada masalah sama sekali. Terkait beredarnya isu akan pengurangan kuota jemaah haji Aceh sebagai sanksi itu tidak benar.

“Dubes Arab Saudi tidak berbicara masalah sanksi pengurangan kuota jemaah haji, tidak ada itu. Kalau memang nanti ada pengurangan jemaah haji itu murni persoalan diplomasi antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi, mungkin karena kelebihan jemaah” jelas Doto Zaini.

Sumber: Analisa

Komentar

Loading...