Militer Filipina Masih Upayakan Pembebasan Sandera Indonesia dan Malaysia

abu sayyaf. ©2016 mindanaoexaminer.com

abu sayyaf. ©2016 mindanaoexaminer.com
abu sayyaf. ©2016 mindanaoexaminer.com

Menurut militer Filipina, lima milisi Abu Sayyaf tewas dalam serangan militer pemerintah. Dalam konferensi pers, juru bicara militer regional Mayor Filemon Tan, mengatakan bahwa keselamatan para sandera Indonesia dan Malaysia oleh kelompok Abu Sayyaf adalah "prioritas utama".

"Kami melihatnya dari sudut pandang yang optimistis, keselamatan mereka (sandera Indonesia dan Malaysia) adalah prioritas utama kami," kata Tan pada wartawan.

Selain itu, Tan menambahkan, "Kami berupaya yang terbaik untuk membawa mereka ke tempat aman, karena itu kami sangat berhati-hati dalam tindakan kami, kami harus fokus pada operasi militer, ini akan menjadi operasi militer yang fokus."

Sebelumnya, militer Filipina mengatakan bahwa 18 tentara tewas dalam pertempuran sengit melawan milisi Islamis di selatan Filipina.

Sedikitnya 50 tentara lain terluka pada Sabtu saat terjadi bentrokan dengan kelompok Abu Sayyaf di pulau Basilan.

Sementara itu, lima milisi terbunuh, kata tentara.

Pemerintah Filipina bergerak melawan Abu Sayyaf setelah serangkaian penculikan warga asing, kata juru bicara militer regional Mayor Filemon Tan.

Jumat lalu, seorang pensiunan pendeta Italia dibebaskan oleh Abu Sayyaf setelah disandera selama enam bulan.

Delapan belas warga asing lainnya, termasuk dua warga Kanada dan seorang warga Norwegia, disandera di Filipina.

Sumber:detik

Komentar

Loading...