Bercanda Bawa Bom, Anggota DPRD Sumut Diamankan di KNIA

Oknum Anggota DPRDSU berinisial ZES (duduk) diamankan di Security Bulding AP II KNIA, karena mengaku membawa bom saat diperiksa petugas. (Analisa/kali a harhap)
Oknum Anggota DPRDSU berinisial ZES (duduk) diamankan di Security Bulding AP II KNIA, karena mengaku membawa bom saat diperiksa petugas. (Analisa/kali a harhap)

Deli Serdang - Pihak keamanan Bandara Kuala­namu kembali menga­man­kan pe­num­­pang yang me­nga­ku membawa bom. Kali ini adalah seorang Ang­gota DPRD Sumut berinisial  ZES (63) calon penum­pang Batik Air no­mor pener­bangan ID 7016 tujuan Ja­karta, Jumat (22/1) pukul 18.10 Wib.

ZES yang juga sebagai pim­pinan di DRDSU ini tinggal di Ja­lan Sei Besi­tang Medan. Dia diamankan di lantai III Bandara Kualanamu.

Informasi diperolah warta­wan, awalnya ZES check in di konter Lion Air C 14. Saat petugas konter check in Lion Air atas nama Ulfa Widya Alfira menanyakan apa­kah di dalam koper miliknya ada benda berharga, ZES men­jawab bahwa di tas milik­nya ada bom.

"Saat ditanya apa yang di dalam tasnya ada barang elek­tronik atau pecah belah, Bapak itu menjawab di dalam tasnya ada bom," terang Ulfa saat di­temui  wartawan di Security Buil­ding Bandara Kualanamu.

Mendengar pengakuan ZES, Ulfa sempat menasiha­ti­nya tak boleh me­nga­takan seperti itu. Namun tak diin­dahkannya dan langsung me­ning­gal­kan konter check in dan berjalan me­nu­ju warung bakso yang ada di ban­dara. Selanjutnya ZES diamankan petugas Avsec dan kepolisian ke Security Building Bandara Kualanamu.

Saat ditemui  wartawan, ZES me­ng­a­­kui dirinya ada me­nga­takan mem­­bawa bom di tasnya. “Memang benar saya mengaku membawa bom, tapi karena saya kesal an­trean pan­jang. Saya lapar, nama­nya juga ma­nu­sia pasti pernah salah," terangnya.

Dia pun mengakui su­dah tahu ada peraturan tak bo­leh mengaku mem­bawa bom. “Sudah tahu ada peratu­ran tidak boleh mengaku mem­bawa bom. Saya ke Jakarta mau urusan partai urusan dinas  kerja," ujarnya, seraya  meng­­harapkan agar masyara­kat tidak sembarangan mengaku mem­bawa bom di Bandara Kuala­namu.

Oleh petugas keamanan, ZES di­minta membuat surat pernyataan tak akan mengu­langi perbuatannya, se­lan­jut­nya dibawa ke Kantor Otoritas Bandara Wilayah II Medan.

Manajer Keamanan Ban­dara Kuala­namu Kuswadi me­negaskan bahwa ZES akan dise­rahkan ke Kantor Otori­tas Ban­dara Wilayah II Medan. “Sete­lah membuat surat per­nya­taan tidak akan mengu­langi perbuatannya akan kami serahkan ke Otoritas Ban­dara,” tegasnya.

Kepala Otoritas Bandara (Otban)  Wliyah II Medan, Her­son SH yang dikonfirmasi Analisa membenar­kan­nya. Anggota dewan tersebut di­aman­­kan karena mengaku membawa bom saat diperiksa  petugas.

Ia juga tidak mengerti apa motif ok­num tersebut sehi­ngga timbul ucapan seperti itu. Apalagi dari seorang  ang­­gota dewan. Padahal sepa­tutnya ia mem­­berikan contoh yang baik.

Karena itu, ia berharap pada semua masyarakat agar tidak  mengeluarkan per­ka­taan yang membahayakan di KNIA se­misal bom.

“Kalau diperiksa ikuti saja, tak perlu mengeluarkan perkataan yang tidak baik apalagi mengaku membawa bom,” beber­nya.

Ditanya fenomena itu, hingga  akhir-akhir ini sering terjadi penumpang meng­aku mem­bawa bom, Herson pun  me­nga­ku heran dan tidak me­nger­ti.

Ke depan ia  juga berharap pada AP II KN­IA, agar mela­kukan pelayanan yang ba­ik, termasuk  segera menambah  x-ray di pintu-pintu yang ada di bandara sehingga tidak terjadi antrean panjang.

Warga Delitua

Di hari sama, seorang calon penum­pang Batik Air tujuan Bandara Halim Perdana­kusuma, Jakarta juga diaman­kan karena bercanda membawa bom.

"Iya benar, tadi ada lagi calon penum­pang yang sebut bom," jelas Pelaksana Harian Manager Humas dan Protokoler PT Angkasa Pura II Cabang Kuala­namu, Wis­nu Budi Setianto.

Calon penumpang itu berinisial RG (61) warga Delitua dan menjadi calon penum­pang kelima yang diamankan karena meng­aku membawa bom dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut Wisnu, petugas Aviation Security (Avsec) KNIA mengamankan RG pukul 12.15 WIB. "Saat dipe­riksa, RG menyebut barang bawaannya ada bom. Bahkan, RG bilang ada bom di barang bawaannya seba­nyak tiga kali. Artinya, RG bilang tiga kali ada bom di barang bawan­nya. Itu bom, bom, bom, begitu. Jadinya petugas kami  lang­sung mengaman­kan­nya," kata Wisnuko

Pihaknya menyerahkan RG ke pihak berwajib. Sekitar pukul 12.30 WIB, RG diserahkan ke Polres Deli Ser­dang untuk penindakan lebih lanjut. Menurut­nya, pene­ga­kan hukum terkait penum­pang yang sebut bom menga­da-ngada, domain peninda­kan­nya berada di polisi.

Kejadian calon penum­pang sebut bom saat hendak diperiksa ini seolah tak takut akan pidana. Mengacu pada UU Nomor 1/2009 tentang pener­bangan, menyampaikan in­form­asi palsu, bergurau atau mengaku-ngaku membawa bom di bandara dan di pes­a­wat udara, dapat dikenakan pidana penjara.

Disebut sanksi sesuai Pasal 437 dalam ayat 1, setiap orang menyam­paikan infor­masi palsu yang membaha­ya­kan keselama­tan penerba­ngan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 344 huruf e, di­­pi­dana penjara paling lama satu tahun.

Catatan Analisa di KNIA, ca­lon penum­pang yang menyebut bom sudah terjadi enam kali.

Sumber: Analisa

Komentar

Loading...